Jakarta – Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengatakan integrasi Alutsista TNI sangat penting untuk menghadapi perkembangan ancaman pertahanan modern yang semakin kompleks. Kemampuan interoperabilitas menjadi kunci agar seluruh unsur pertahanan dapat bertindak sebagai satu kesatuan operasi yang efektif dan terkoordinasi. Hal tersebut akan menjadikan alutsista lebih terintegrasi untuk menjawab perkembangan ancaman pertahanan dewasa ini.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto saat berada dihadapan awak media di Jakarta.
Menurutnya, lingkungan strategis saat ini menghadirkan ancaman militer, nirmiliter, dan hibrida yang berkembang cepat, sehingga operasi pertahanan tidak cukup mengandalkan jumlah platform atau daya hancur senjata saja.
“Lingkungan strategis saat ini menghadirkan ancaman militer, nirmiliter, dan hibrida yang berkembang cepat. Kondisi tersebut membuat operasi pertahanan tidak cukup mengandalkan jumlah platform atau daya hancur senjata,” ujar Donny.
Lebih lanjut Donny menambahkan, kecepatan memperoleh informasi dan ketepatan membangun situational awareness menjadi faktor penting. Keandalan sistem komando dan kendali juga menentukan kemampuan menghadapi dinamika ancaman.
Data akurat dan tersedia secara real-time menjadi pengganda kekuatan dalam konsep network-centric warfare (NCW). Karena itu, interoperabilitas diperlukan agar seluruh unsur dapat terhubung dan bekerja secara terpadu.
“Interoperabilitas tidak sekadar menyangkut kompatibilitas perangkat komunikasi. Kemampuan tersebut mencakup personel, doktrin, prosedur, data, jaringan, sensor, sistem komando-kendali, dan platform senjata,” jelasnya.
Ditambahaknanya, Kekuatan darat, laut, udara, ruang siber, serta berbagai sistem pendukung perlu diintegrasikan. Integrasi tersebut diarahkan menghasilkan operasi gabungan yang lebih cepat, tepat, terkoordinasi, dan menentukan.
Donny berharap pembahasan menghasilkan rekomendasi konstruktif dan implementatif. Seluruh pembahasan juga diharapkan tetap mengedepankan kepentingan pertahanan negara.
Sementara itu, Dewan Pertahanan Nasional (DPN) mendorong terbangunnya sinergi antara pemerintah, TNI, lembaga riset, dan industri pertahanan untuk menghasilkan rekomendasi strategis peningkatan interoperabilitas Alutsista TNI sebagai bagian dari implementasi Perisai Trisula Nusantara.
DPN menilai Interoperabilitas menjadi elemen penting dalam memastikan Alutsista dari berbagai matra dan platform mampu bertukar data serta mendukung komando dan kendali secara terintegrasi. Upaya tersebut diperlukan untuk meningkatkan efektivitas operasi gabungan sekaligus memperkuat kemandirian teknologi pertahanan nasional. (*)
