Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa penguatan operasional hulu minyak dan gas bumi (migas) di wilayah timur Indonesia, khususnya di Papua, memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pembangunan ekonomi daerah. Sepanjang awal 2026, peningkatan aktivitas pengeboran pengembangan, perawatan sumur eksisting, serta optimalisasi fasilitas produksi menunjukkan hasil positif berupa kenaikan produksi minyak harian dan efisiensi operasional yang lebih baik.
Pemerintah memandang keberlanjutan sektor hulu migas sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga ketersediaan pasokan energi domestik, terutama untuk wilayah timur yang terus berkembang kebutuhan energinya seiring pertumbuhan industri, kelistrikan, dan layanan publik.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyatakan bahwa penguatan operasi hulu di Papua merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi.
“Peningkatan produksi dari wilayah Papua menunjukkan bahwa potensi kawasan timur sangat besar, Pemerintah berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif serta memastikan setiap proyek berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat”, Jelasnya.
Sementara itu, General Manager Papua Field Pertamina EP, Dadang Soewargono, menambahkan bahwa keberhasilan produksi tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga kolaborasi dengan pemangku kepentingan lokal.
“Kami fokus pada keselamatan kerja, keandalan fasilitas, serta pemberdayaan tenaga kerja lokal. Kehadiran operasi migas harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar,†ujarnya.
Pemerintah juga menekankan bahwa setiap kegiatan hulu migas di Papua dilaksanakan dengan prinsip keberlanjutan, termasuk pengelolaan lingkungan, program tanggung jawab sosial, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia daerah. Selain menopang pasokan minyak, pengembangan gas bumi diarahkan untuk mendukung pembangkit listrik dan kebutuhan domestik sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor energi.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa sumber daya alam Papua harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pemerintah memastikan manfaat ekonomi dari sektor energi dirasakan secara langsung melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta pembangunan infrastruktur pendukung di daerah operasi.
Dengan capaian operasional yang semakin solid dan dukungan kebijakan yang konsisten, pemerintah optimistis sektor hulu migas di Papua akan terus menjadi penopang penting ketahanan energi nasional. Sinergi antara regulator, BUMN, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri energi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.
